Blog

Polusi Udara Mempengaruhi Efesiensi Produksi Energi dari Panel Surya

Dari koneksi grid yang belum mampu, infrastruktur yang mahal, hingga tantangan dari kebijakan, sistem energi matahari telah memiliki banyak rintangan. Dan baru-baru ini, para ilmuwan telah menemukan batu sandungan lain bagi energi matahari, yakni polusi udara. Di beberapa bagian dunia, akumulasi partikel polusi udara mengurangi produksi energi panel surya hingga lebih dari 25%.

 

Diterbitkan minggu lalu di jurnal Environmental Science & Technology Letters (06/17), studi tersebut mengungkapkan bahwa daerah yang paling rentan terhadap tantangan ini juga memiliki investasi surya terbesar. Daerah ini meliputi Cina, India dan Jazirah Arab.

 

 

 

“Rekan-rekan saya di India memamerkan beberapa instalasi surya di atap mereka, dan saya cukup kaget oleh betapa kotornya panelnya,” ungkap Michael Bergin, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di Duke University dan penulis utama studi tersebut. Dia melanjutkan “Saya pikir kotoran harusnya mempengaruhi efisiensi (panel surya) mereka, tapi tidak ada penelitian di luar sana yang memperkirakan kerugian tersebut. Jadi, kami menyusun model komprehensif untuk melakukan hal itu.”

 

Bekerja sama dengan rekan-rekannya di Institut Teknologi India-Gandhinagar, Bergin mengukur efisiensi panel surya photovoltaic sebuah sekolah, yang telah tertutupi kotoran selama beberapa bulan.

 

Analisis kimia menunjukkan bahwa 92 persen kotoran adalah debu alami. Sisanya 8 persen merupakan polutan dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembakaran biomasa.

 

Meskipun kelompok terakhir ini (polutan) menyumbang persentase yang lebih kecil dari keseluruhan kotoran pada panel surya, namun hal tersebut dapat mengakibatkan hilangnya energi yang lebih besar, kata Bergin.

 

“Partikel buatan manusia justru lebih kecil dan lengket, sehingga membuat mereka jauh lebih sulit dibersihkan,” katanya. Selain itu, “partikel yang lebih kecil menghalangi sinar matahari lebih efisien daripada debu alami,” tambahnya.

 

Meski melakukan pembersihan panel dengan menggosok menghasilkan kenaikan produksi listrik surya 50% secara instan, namun Bergin memperingatkan agar tidak melakukannya.

 

“Semakin Anda membersihkan mereka, semakin tinggi risiko Anda untuk merusaknya,” katanya

 

Di petak-petak tertentu di China, di mana polusi cukup tinggi, partikel buatan manusia dapat memberikan kerugian puluhan miliar dolar setiap tahunnya karena pengurangan produksi energi matahari dari panel surya,” kata Bergin.

 

“Kami selalu tahu polutan ini buruk bagi kesehatan manusia dan perubahan iklim, tapi sekarang kami telah menunjukkan betapa buruk efeknya terhadap produksi energi matahari juga,” Bergin menambahkan. “Ini adalah alasan lain bagi pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk mengadopsi kontrol emisi.”

 

Sumber : www.livescience[.]com

Leave a comment