Blog

Potensi Indonesia memakai Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL)

Potensi Indonesia

Seperti yang kita ketahui Indonesia 2/3 wilayahnya adalah perairan laut. Laut yang luas tersebut menyimpan banyak potensi, seperti potensi sumber daya ikan yang melimpah, potensi wisata, serta potensi sumber energi alternatif.

 

Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) secara teoritis, total sumber daya energi laut nasional sangat melimpah, meliputi energi dari jenis panas laut, gelombang laut dan arus laut, yaitu mencapai 727.000 MW.

 

Namun, potensi energi laut yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknologi sekarang dan secara praktis memungkinkan untuk dikembangkan, berkisar antara 49.000 MW.

 

Di antara potensi sedemikian besar tersebut, industri energi laut yang paling siap adalah industri berbasis teknologi gelombang dan teknologi arus pasang surut, dengan potensi praktis sebesar 6.000 MW.

 

 

Daerah pantai Indonesia yang berpotensi sebagai pembangkit listrik bertenaga gelombang laut berlokasinya tersebar di sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa, di Irian Jaya bagian utara, dan sebelah barat Pulau Sumatera yang sangat sesuai untuk menyuplai energi listrik.

 

Namun, potensi tersebut kenyataannya belum dimanfaatkan secara optimal. Jika dimanfaatkan secara optimal, energi laut bisa memenuhi kebutuhan energi seperti listrik untuk beberapa daerah yang berada di pulau-pulau dan daerah perbatasan.

 

 

 

Oscillating Water Column Biasa disebut PLTGL

 

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini bekerja dengan cara aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk ke mesin konversi energi gelombang. Kemudian dari mesin konversi aliran gelombang ini dialirkan menuju turbin. Di dalam turbin, energi kinetik yang dihasilkan gelombang digunakan untuk memutar rotor. Kemudian dari perputaran rotor inilah energi mekanik yang kemudian disalurkan menuju generator. Di dalam generator, energi mekanik ini dirubah menjadi energi listrik. Dari generator ini, daya listrik yang dihasilkan dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban).

 

 

 

Secara mekanis, PLTGL dikenal memakai teknologi OWC (Oscillating Wave Column). Untuk OWC ini ada dua macam, yaitu OWC tidak terapung dan OWC terapung.

 

Pembangkit listrik ini memiliki berbagai kelebihan, seperti energi bisa diperoleh secara gratis, tidak memerlukan bahan bakar, tidak menghasilkan limbah, dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai, serta ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan limbah padat, cair maupun gas.

 

Namun, dibalik kelebihan tersebut terdapat beberapa kendala, yaitu pembangkit ini bergantung pada ombak, kadang dapat energi kadang pula tidak, artinya pembangkit tenaga ini tidak pasti dapat digunakan. Kemudian, perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten. Selain itu, pembangkit listrik ini membutuhkan alat konversi yang handal yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut yang keras yang disebabkan oleh tingginya tingkat korosi dan kuatnya arus laut.

 

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut merupakan sumber energi alternatif dengan potensi yang cukup besar dan menjanjikan. Hanya saja, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam agar efisiensi energi yang dihasilkan dapat lebih maksimal serta perlu mengembangkan lebih lanjut mengenai teknologi yang digunakan, karena laut ini merupakan daerah yang cukup luas dengan kondisi alamnya yang terbilang cukup keras dan labil (cuaca di laut dapat berubah secara tiba-tiba), sehingga diperlukan alat yang benar-benar cocok untuk diterapkan di daerah laut.

 

Leave a comment